Pernah nggak, sih, merasa capek dan sedih banget? Rasanya ingin menangis keras-keras meluapkan semua emosi negatifmu lewat bulir air mata yang keluar dari mata indahmu itu? Tapi tiba-tiba entah dari mana, atau mungkin dari lagu yang pernah kamu dengar, kamu mendapat pemikiran, "Apa yang akan berubah kalau aku menangis? Apa bebanku akan menghilang? Apa pekerjaanku akan selesai?" Lalu kemudian, meskipun masih belum bisa menghilangkan perasaan negatif itu, kamu memutuskan untuk menghapus air mata yang bahkan belum sempat mengalir keluar dari kelopak matamu.
Kalau pernah, kita sama.
Memang benar, tangisan tidak akan menyelesaikan apa-apa. Tapi bukan berarti menangis itu salah. Kadang memang kita harus memanfaatkan air mata itu untuk meluapkan emosi yang kita rasakan.
Dan tidak jadi menangis pun juga bukan kesalahan. Itu pilihan.
Kalau kamu sedang dalam fase punya banyak hal yang harus dikerjakan sampai bingung harus memulai dari mana, cobalah menuliskan semuanya.
Acak saja. Apapun yang kamu ingat.
Kemudian baca dan sortir tulisanmu. Apa-apa saja yang harus kamu kerjakan. Tuliskan batas waktunya. Jangan lupa beri dirimu waktu istirahat.
Kalau kamu takut membuat kesalahan, itu wajar. Tidak ada manusia yang tidak pernah salah. Memangnya kamu malaikat? Bukan, kan? Lagi pula, malaikat itu bukan sesuatu yang bisa kita bayangkan seenaknya saja. Manusia yang seperti malaikat? Kalimat itu hanyalah hiperbola. Hanya agar kita merasa harus selalu benar. Memang ada sifat-sifat baik di dalam diri kita, tapi aku percaya, sifat-sifat buruk pun juga pasti ada. Mungkin orang yang seperti malaikat itu dilahirkan dengan lebih banyak sifat baik. Tapi, kalau kamu tidak dilahirkan begitu, itu pun bukan masalah. Sifat baik juga bisa tumbuh seperti tunas muda yang segar.
Hal yang penting adalah kamu menyelesaikan apa yang harus kamu kerjakan. Perihal mengusahakan yang terbaik atau tidak, itu pilihanmu. Dan kalaupun kamu berpikir resikonya tidak ada padamu, ingat saja bahwa resiko itu tidak selalu langsung terasa. Dari pada di masa depan kamu menyesali usahamu yang kurang saat ini, bukankah lebih baik berjaga-jaga dan mengusahakan yang terbaik untuk semuanya? Terbaik yang berarti bukan tanpa kesalahan. Terbaik yang berarti kamu dan batasmu.
Komentar
Posting Komentar